Minggu, 12 Desember 2021

Peran Serta Lembaga Legislatif dalam Keberlangsung OPMAWA di Masa Pandem

Di banyak negara tak terkecuali Indonesia sekarang sedang mengalami masa-masa sulit yang disebabkan oleh Pandemi covid-19. Banyak sekali pembatasan kontak sosial yang dilakukan pemerintah di semua bidang tak terkecuali di bidang pendidikan. Salah satu kebijakan pembatasan kontak sosial di bidang pendidikan adalah dengan ditutupnya sekolah-sekolah dan perguruan tinggi untuk sementara dengan maksud untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. Akibat dari hal itu maka seluruh kegiatan pembelajaran, kegiatan siswa maupun mahasiswa dialihkan dari yang harusnya diadakan secara luring atau langsung menjadi daring atau online, yang tentunya memerlukan penyesuaian di sana sini agar kegiatankegiatan tersebut dapat tetap berlangsung. Namun kali ini kita akan berfokus untuk membahas berbagai penyesuaian dan peran lembaga legislatif kampus yang terjadi pada berbagai kegiatan mahasiswa terutama di lingkungan OPMAWA UNJ. Di dalam OPMAWA UNJ terdapat dua lembaga yaitu lembaga eksekutif yang di kenal dengan nama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan juga lembaga legislatif yang dikenal dengan nama Lembaga Legislatif Mahasiswa Prodi (LLMP, BPM, MTM). Kedua lembaga ini masing-masing memiliki perannya masing-masing, dimana BEM menjadi eksekutor dan LLMP, BPM, MTM menjadi pengawas atau legislator. Namun yang lebih menarik perhatian kita adalah peran dari lembaga yang berperan legislator di masa pandemi ini. Seperti yang kita ketahui bahwa LLMP, BPM, MTM sebagai lembaga legislatif memiliki 4 fungsi utama yaitu fungsi legislasi, fungsi pengawasan, fungsi aspirasi, dan fungsi budgeting. Mari kita bahas satu per satu mulai dari fungsi legislasi. Di masa seperti ini fungsi legislasi tentu menjadi perhatian yang sangat konsen bagi lembaga legislatif. Hal ini dikarenakan BEM banyak yang mengajukan berbagai perubahan terkait peraturan yang sudah disahkan dalam Rapat Kerja Bersama antara BEM dan LLMP, BPM, MTM yang dilaksanakan sebelumnya. Dalam hal ini lembaga legislatif harus menyiapkan sebuah agenda sidang paripurna yang khusus membahas tentang masalah ini yang dikenal dengan nama Sidang Peninjauan Kembali. Selain hal tersebut, LLMP, BPM, MTM khususnya Badan legislasi juga telah menyusun kembali perangkat persidangan yang disesuaikan dengan dengan kondisi online, seperti dengan menyesuaikan jumlah Pimpinan Sidang yang biasanya berjumlah 3 orang menjadi 1 orang. Lalu beralih ke fungsi pengawasan, di fungsi ini masih seperti pada keadaan biasa semua Komisi yang ada di LLMP, BPM, MTM melakukan pengawasan ke Departemen BEM nya masing-masing. Peran yang sedikit berbeda hanyalah pengawasan pada saat ini dilakukan dengan secara online melalui Zoom Meeting ataupun Grup Whatsapp. Lalu di masa pandemi ini semua komisi di LLMP, BPM, MTM lebih sigap dan tanggap serta lebih ketat dalam melakukan pengawasan terhadap BEM karena sudah banyak peraturan yang diperlonggar, hal ini dilakukan agar kedisiplinan dan tujuan yang sudah di tetapkan BEM sebelumnya dapat terlaksana dengan baik. Berlanjut ke fungsi selanjutnya yaitu fungsi aspirasi. Fungsi aspirasi ini adalah fungsi yang sedikit kurang maksimal untuk diterapkan karena LLMP, BPM, MTM tidak dapat menjaring aspirasi secara langsung ke kelas-kelas. Aspirasi pada masa sekarang diserap secara online melalui google formulir ataupun berbagai platform lainnya. Namun walaupun dalam kondisi seperti ini aspirasi tetap dilakukan seperti angket saat PKKMB , angket tentang PJJ dan lainnya. Fungsi yang terakhir adalah fungsi budgeting atau keuangan. LLMP, BPM, MTM tetap melakukan fungsi ini selama pandemi dengan tetap mengawasi keuangan internal BEM maupun keuangan berbagai Program Kerja yang dilakukan BEM. Pengawasan keuangan ini lebih konsen dilakukan oleh Bendahara LLMP, BPM, MTM untuk keuangan internal BEM dan oleh Komisi LLMP, BPM, MTM untuk keuangan berbagai Program Kerja Departemen BEM. Pengawasan atau keuangan ini tetap dilaksanakan walaupun secara online dan tetap dilakukan secara maksimal dan teliti. Hal ini bertujuan agar tidak adanya penyelewengan dana yang dilakukan BEM serta agar keuangan dapat dimaksimalkan dengan baik lewat program-program yang berkualitas. Melihat berbagai peran di atas kita dapat simpulkan bahwa walaupun di masa pandemi dimana kegiatan dilakukan secara daring atau online lembaga legislatif di UNJ tetap melakukan 4 fungsi utamanya dengan sangat baik dan tetap sesuai aturan yang sudah disesuaikan dengan kondisi di masa pandemi ini. Hal ini juga diperkuat dengan masih berlangsungnya berbagai kegiatan mahasiswa yang terdapat di ruang lingkup kehidupan UNJ.

Minggu, 06 Desember 2020

Kondisi Lembaga Legislatif di OPMAWA UNJ Di Masa Pandemi

Di banyak negara tak terkecuali Indonesia sekarang sedang mengalami masa-masa sulit yang disebabkan oleh Pandemi covid-19. Banyak sekali pembatasan kontka sosial yang dilakukan pemerintah di semua bidang tak terkecuali di bidang pendidikan. Salah satu kebijakan pembatasan kontak sosial di bidang pendidikan adalah dengan ditutupnya sekolah-sekolah dan perguruan tinggi untuk sementara dengan maksud untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. Akibat dari hal itu maka seluruh kegiatan pembelajaran, kegiatan siswa maupun mahasiswa dialihkan dari yang harusnya diadakan secara luring atau langsung menjadi daring atau online, yang tentunya memerlukan penyesuaian di sana sini agar kegiatankegiatan tersebut dapat tetap berlangsung. Namun kali ini kita akan berfokus untuk membahas berbagai penyesuaian yang terjadi pada berbagai kegiatan mahasiswa terutama di lingkungan OPMAWA UNJ. Di dalam OPMAWA UNJ terdapat dua lembaga yaitu lembaga eksekutif yang di kenal dengan nama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan juga lembaga legislatif yang dikenal dengan nama Lembaga Legislatif Mahasiswa Prodi (LLMP, BPM, MTM). Kedua lembaga ini masing-masing memiliki perannya masing-masing, dimana BEM menjadi eksekutor dan LLMP, BPM, MTM menjadi pengawas atau legislator. Namun yang lebih menarik perhatian kita adalah peran dari lembaga yang berperan legislator di masa pandemi ini. Seperti yang kita ketahui bahwa LLMP, BPM, MTM sebagai lembaga legislatif memiliki 4 fungsi utama yaitu fungsi legislasi, fungsi pengawasan, fungsi aspirasi, dan fungsi budgeting. Mari kita bahas satu per satu mulai dari fungsi legislasi. Di masa seperti ini fungsi legislasi tentu menjadi perhatian yang sangat konsen bagi lembaga legislatif. Hal ini dikarenakan BEM banyak yang mengajukan berbagai perubahan terkait peraturan yang sudah disahkan dalam Rapat Kerja Bersama antara BEM dan LLMP, BPM, MTM yang dilaksanakan sebelum adanya pandemi covid-19. Dalam hal ini lembaga legislatif harus menyiapkan sebuah agenda sidang paripurna yang khusus membahas tentang masalah ini yang dikenal dengan nama Sidang Peninjauan Kembali. Selain hal tersebut, LLMP, BPM, MTM khususnya Badan legislasi perlu menyusun kembali perangkat persidangan yang disesuaikan dengan dengan kondisi online, seperti dengan menyesuaikan jumlah Pimpinan Sidang yang biasanya berjumlah 3 orang menjadi 1 orang. Lalu beralih ke fungsi pengawasan, di fungsi ini masih seperti pada keadaan biasa semua Komisi yang ada di LLMP, BPM, MTM melakukan pengawasan ke Departemen BEM nya masing-masing. Peran yang sedikit berbeda hanyalah pengawasan pada saat ini dilakukan dengan secara online melalui Zoom Meeting ataupun Grup Whatsapp. Lalu di masa pandemi ini semua komisi di LLMP, BPM, MTM lebih sigap dan tanggap serta lebih ketat dalam melakukan pengawasan terhadap BEM karena sudah banyak peraturan yang diperlonggar, hal ini dilakukan agar kedisiplinan dan tujuan yang sudah di tetapkan BEM sebelumnya dapat terlaksana dengan baik. Berlanjut ke fungsi selanjutnya yaitu fungsi aspirasi. Fungsi aspirasi ini adalah fungsi yang sedikit kurang maksimal untuk diterapkan karena LLMP, BPM, MTM tidak dapat menjaring aspirasi secara langsung ke kelas-kelas. Aspirasi pada masa sekarang diserap secara online melalui google formulir ataupun berbagai platform lainnya. Namun walaupun dalam kondisi seperti ini aspirasi tetap dilakukan seperti angket saat PKKMB , angket tentang PJJ dan lainnya. Fungsi yang terakhir adalah fungsi budgeting atau keuangan. LLMP, BPM, MTM tetap melakukan fungsi ini selama pandemi dengan tetap mengawasi keuangan internal BEM maupun keuangan berbagai Program Kerja yang dilakukan BEM. Pengawasan keuangan ini lebih konsen dilakukan oleh Bendahara LLMP, BPM, MTM untuk keuangan internal BEM dan oleh Komisi LLMP, BPM, MTM untuk keuangan berbagai Program Kerja Departemen BEM. Pengawasan atau keuangan ini tetap dilaksanakan walaupun secara online dan tetap dilakukan secara maksimal dan teliti. Hal ini bertujuan agar tidak adanya penyelewengan dana yang dilakukan BEM serta agar keuangan dapat dimaksimalkan dengan baik lewat program-program yang berkualitas. Melihat berbagai peran di atas kita dapat simpulkan bahwa walaupun di masa pandemi dimana kegiatan dilakukan secara daring atau online lembaga legislatif di UNJ tetap melakukan 4 fungsi utamanya dengan sangat baik dan tetap sesuai aturan yang sudah disesuaikan dengan kondisi di masa pandemi ini. Hal ini juga diperkuat dengan masih berlangsungnya berbagai kegiatan mahasiswa yang terdapat di ruang lingkup kehidupan UNJ.


Sabtu, 05 Desember 2020

Kondisi Lembaga Legislatif di OPMAWA Pendidikan Matematika Di Masa Pandemi

 

Di banyak negara tak terkecuali Indonesia sekarang sedang mengalami masa-masa 

sulit yang disebabkan oleh Pandemi covid-19. Banyak sekali pembatasan kontak

sosial yang dilakukan pemerintah di semua bidang tak terkecuali di bidang 

pendidikan. Salah satu kebijakan pembatasan kontak sosial di bidang pendidikan 

adalah dengan ditutupnya sekolah-sekolah dan perguruan tinggi untuk sementara 

dengan maksud untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. Akibat dari hal 

itu maka seluruh kegiatan pembelajaran, kegiatan siswa maupun mahasiswa 

dialihkan dari yang harusnya diadakan secara luring atau langsung menjadi daring 

atau online, yang tentunya memerlukan penyesuaian di sana sini agar kegiatan-kegiatan tersebut dapat tetap berlangsung.

Namun kali ini kita akan berfokus untuk membahas berbagai penyesuaian yang 

terjadi pada berbagai kegiatan mahasiswa terutama di lingkungan OPMAWA 

Pendidikan Matematika. Di dalam OPMAWA Pendidikan Matematika terdapat 

dua lembaga yaitu lembaga eksekutif yang di kenal dengan nama Badan Eksekutif 

Mahasiswa Prodi (BEMP) dan juga lembaga legislatif yang dikenal dengan nama 

Lembaga Legislatif Mahasiswa Prodi (LLMP). 

Kedua lembaga ini masing-masing memiliki perannya masing-masing, dimana 

BEMP menjadi eksekutor dan LLMP menjadi pengawas atau legislator. Namun 

yang lebih menarik perhatian kita adalah peran dari LLMP sebagai legislator di 

masa pandemi ini. Seperti yang kita ketahui bahwa LLMP sebagai lembaga 

legislatif memiliki 4 fungsi utama yaitu fungsi legislasi, fungsi pengawasan, 

fungsi aspirasi, dan fungsi budgeting. Mari kita bahas satu per satu mulai dari 

fungsi legislasi. Di masa seperti ini fungsi legislasi tentu menjadi perhatian yang 

sangat konsen bagi lembaga legislatif. Hal ini dikarenakan BEMP banyak yang 

mengajukan berbagai perubahan terkait peraturan yang sudah disahkan dalam 

Rapat Kerja Bersama antara BEMP dan LLMP yang dilaksanakan sebelum 

adanya pandemi covid-19. Dalam hal ini lembaga legislatif harus menyiapkan 

sebuah agenda sidang paripurna yang khusus membahas tentang masalah ini yang 

dikenal dengan nama Sidang Peninjauan Kembali. Selain hal tersebut, LLMP khususnya Badan legislasi perlu menyusun kembali perangkat persidangan yang 

disesuaikan dengan dengan kondisi online, seperti dengan menyesuaikan jumlah 

Pimpinan Sidang yang biasanya berjumlah 3 orang menjadi 1 orang. Lalu beralih 

ke fungsi pengawasan, di fungsi ini masih seperti pada keadaan biasa semua 

Komisi yang ada di LLMP melakukan pengawasan ke Departemen BEMP nya 

masing-masing. Peran yang sedikit berbeda hanyalah pengawasan pada saat ini 

dilakukan dengan secara online melalui Zoom Meeting ataupun Grup Whatsapp. 

Lalu di masa pandemi ini semua komisi di LLMP lebih sigap dan tanggap serta 

lebih ketat dalam melakukan pengawasan terhadap BEMP karena sudah banyak 

peraturan yang diperlonggar, hal ini dilakukan agar kedisiplinan dan tujuan yang 

sudah di tetapkan BEMP sebelumnya dapat terlaksana dengan baik. Berlanjut ke 

fungsi selanjutnya yaitu fungsi aspirasi. Fungsi aspirasi ini adalah fungsi yang 

sedikit kurang maksimal untuk diterapkan karena LLMP tidak dapat menjaring 

aspirasi secara langsung ke kelas-kelas. Aspirasi pada masa sekarang diserap 

secara online melalui google formulir ataupun berbagai platform lainnya. Namun 

walaupun dalam kondisi seperti ini aspirasi tetap dilakukan seperti angket saat 

PKKMB , angket tentang PJJ dan lainnya. Fungsi yang terakhir adalah fungsi 

budgeting atau keuangan. LLMP tetap melakukan fungsi ini selama pandemi 

dengan tetap mengawasi keuangan internal BEMP maupun keuangan berbagai 

Program Kerja yang dilakukan BEMP. Pengawasan keuangan ini lebih konsen 

dilakukan oleh Bendahara LLMP untuk keuangan internal BEMP dan oleh 

Komisi LLMP untuk keuangan berbagai Program Kerja Departemen BEMP. 

Pengawasan atau keuangan ini tetap dilaksanakan walaupun secara online dan 

tetap dilakukan secara maksimal dan teliti. Hal ini bertujuan agar tidak adanya 

penyelewengan dana yang dilakukan BEMP serta agar keuangan dapat 

dimaksimalkan dengan baik lewat program-program yang berkualitas.

Melihat berbagai peran di atas kita dapat simpulkan bahwa walaupun di masa 

pandemi dimana kegiatan dilakukan secara daring atau online LLMP Pendidikan 

Matematika tetap melakukan 4 fungsi utamanya dengan sangat baik dan tetap 

sesuai aturan yang sudah disesuaikan dengan kondisi di masa pandemi ini. Hal ini 

juga diperkuat dengan masih berlangsungnya berbagai kegiatan mahasiswa yang 

terdapat dari ruang lingkup kehidupan Prodi Pendidikan Matematika

Selasa, 12 Januari 2016

JARINGAN INTERNET
Jaringan komputer (jaringan) adalah jaringan telekomunikasi yang memungkinkan antar komputer untuk saling bertukar data. Tujuan dari jaringan komputer adalah agar dapat mencapai tujuannya, setiap bagian dari jaringan komputer dapat meminta dan memberikan layanan (service).[1] Pihak yang meminta/menerima layanan disebut klien (client) dan yang memberikan/mengirim layanan disebut peladen (server) Desain ini disebut dengan sistem client-server, dan digunakan pada hampir seluruh aplikasi jaringan komputer
Dua buah komputer yang masing-masing memiliki sebuah kartu jaringan, kemudian dihubungkan melalui kabel maupun nirkabel sebagai medium transmisi data, dan terdapatperangkat lunak sistem operasi jaringan akan membentuk sebuah jaringan komputer yang sederhana: Apabila ingin membuat jaringan komputer yang lebih luas lagi jangkauannya, maka diperlukan peralatan tambahan seperti HubBridgeSwitchRouterGateway sebagai peralatan interkoneksinya

Sejarah



Sejarah jaringan komputer bermula dari lahirnya konsep jaringan komputer pada tahun 1940-an di Amerika yang digagas oleh sebuah proyek pengembangan komputer MODEL I di laboratorium Bell dan group riset Universitas Harvard yang dipimpin profesor Howard Aiken. Pada mulanya proyek tersebut hanyalah ingin memanfaatkan sebuah perangkat komputer yang harus dipakai bersama.Untuk mengerjakan beberapa proses tanpa banyak membuang waktu kosong dibuatlah proses beruntun (Batch Processing), sehingga beberapa program bisa dijalankan dalam sebuah komputer dengan kaidah antrian.
Kemudian pada tahun 1950-an ketika jenis komputer mulai berkembang sampai terciptanya super komputer, maka sebuah komputer harus melayani beberapa tempat yang tersedia (terminal), untuk itu ditemukan konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System). Maka untuk pertama kalinya bentuk jaringan (network) komputer diaplikasikan. Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah komputer atau perangkat lainnya yang terhubung dalam suatu jaringan (host) komputer. Dalam proses TSS mulai terlihat perpaduan teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang pada awalnya berkembang sendiri-sendiri. Departemen Pertahanan AmerikaU.S. Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) memutuskan untuk mengadakan riset yang bertujuan untuk menghubungkan sejumlah komputer sehingga membentuk jaringan organik pada tahun 1969. Program riset ini dikenal dengan nama ARPANET. Pada tahun 1970, sudah lebih dari 10 komputer yang berhasil dihubungkan satu sama lain sehingga mereka bisa saling berkomunikasi dan membentuk sebuah jaringan. Dan pada tahun 1970 itu juga setelah beban pekerjaan bertambah banyak dan harga perangkat komputer besar mulai terasa sangat mahal, maka mulailah digunakan konsep proses distribusi (Distributed Processing). Dalam proses ini beberapa host komputer mengerjakan sebuah pekerjaan besar secara paralel untuk melayani beberapa terminal yang tersambung secara seri disetiap host komputer.Dalam proses distribusi sudah mutlak diperlukan perpaduan yang mendalam antara teknologi komputer dan telekomunikasi, karena selain proses yang harus didistribusikan, semuahost komputer wajib melayani terminal-terminalnya dalam satu perintah dari komputer pusat.

Ini adalah Model Time Sharing System(TSS)
Pada tahun 1972Roy Tomlinson berhasil menyempurnakan program surat elektonik (email) yang dibuatnya setahun yang lalu untukARPANET. Program tersebut begitu mudah untuk digunakan, sehingga langsung menjadi populer. Pada tahun yang sama yaitu tahun 1972, ikon at (@) juga diperkenalkan sebagai lambang penting yang menunjukan “at” atau “pada”. Tahun 1973, jaringan komputer ARPANET mulai dikembangkan meluas ke luar Amerika Serikat. Komputer University College di London merupakan komputer pertama yang ada di luar Amerika yang menjadi anggota jaringan Arpanet.[5] Pada tahun yang sama yaitu tahun 1973, dua orang ahli komputer yakni Vinton Cerf dan Bob Kahn mempresentasikan sebuah gagasan yang lebih besar, yang menjadi cikal bakal pemikiran International Network (Internet).[5] Ide ini dipresentasikan untuk pertama kalinya di Universitas Sussex.[5] Hari bersejarah berikutnya adalah tanggal 26 Maret 1976, ketika Ratu Inggris berhasil mengirimkan surat elektronik dari Royal Signals and Radar Establishment di Malvern.[5] Setahun kemudian, sudah lebih dari 100 komputer yang bergabung di ARPANET membentuk sebuah jaringan atau network.[5]

Peta logika dari ARPANET
Tom TruscottJim Ellis dan Steve Bellovin, menciptakan newsgroups pertama yang diberi nama USENET (User Network) pada tahun1979.[6] Tahun 1981France Telecom menciptakan sesuatu hal yang baru dengan meluncurkan telepon televisi pertama, di mana orang bisa saling menelepon yang juga berhubungan dengan video link.[6]
Seiring dengan bertambahnya komputer yang membentuk jaringan, dibutuhkan sebuah protokol resmi yang dapat diakui dan diterima oleh semua jaringan.[6] Untuk itu, pada tahun 1982 dibentuk sebuah Transmission Control Protocol (TCP) atau lebih dikenal dengan sebutan Internet Protocol (IP) yang kita kenal hingga saat ini.[6] Sementara itu, di Eropa muncul sebuah jaringan serupa yang dikenal dengan Europe Network (EUNET) yang meliputi wilayah BelandaInggrisDenmark, dan Swedia.[6] Jaringan EUNET ini menyediakan jasa surat elektronik dan newsgroup USENET.[6]
Untuk menyeragamkan alamat di jaringan komputer yang ada, maka pada tahun 1984 diperkenalkan Sistem Penamaan Domainatau domain name system, yang kini kita kenal dengan DNS.[5] Komputer yang tersambung dengan jaringan yang ada sudah melebihi 1000 komputer lebih.[5] Pada 1987, jumlah komputer yang tersambung ke jaringan melonjak 10 kali lipat menjadi 10000lebih.[5]
Jaringan komputer terus berkembang pada tahun 1988Jarkko Oikarinen seorang berkebangsaan Finlandia menemukan sekaligus memperkenalkan Internet Relay Chat atau lebih dikenal dengan IRC yang memungkinkan dua orang atau lebih pengguna komputer dapat berinteraksi secara langsung dengan pengiriman pesan (Chatting ).[6] Akibatnya, setahun kemudian jumlah komputer yang saling berhubungan melonjak 10 kali lipat.[6] tak kurang dari 100000 komputer membentuk sebuah jaringan.[6] Pertengahan tahun 1990merupakan tahun yang paling bersejarah, ketika Tim Berners Lee merancang sebuah programe penyunting dan penjelajah yang dapat menjelajai komputer yang satu dengan yang lainnya dengan membentuk jaringan.[6] Programe inilah yang disebut Waring Wera Wanua atau World Wide Web.[6]
Komputer yang saling tersambung membentuk jaringan sudah melampaui sejuta komputer pada tahun 1992.[5] Dan pada tahun yang sama muncul istilah surfing (menjelajah).[5]Dan pada tahun 1994, situs-situs di internet telah tumbuh menjadi 3000 alamat halaman, dan untuk pertama kalinya berbelanja melalui internet atau virtual-shopping atau e-retailmuncul di situs.[5] Pada tahun yang sama Yahoo! didirikan, yang juga sekaligus tahun kelahiran Netscape Navigator 1.0.[5]

Kamis, 20 Agustus 2015

Intranet


Intranet
Intranet adalah sebuah jaringan privat (private network) yang menggunakan protokol-protokol Internet (TCP/IP), untuk membagi informasi rahasia perusahaan atau operasi dalam perusahaan tersebut kepada karyawannya. Kadang-kadang, istilah intranet hanya merujuk kepada layanan yang terlihat, yakni situs web internal perusahaan. Untuk membangun sebuah intranet, maka sebuah jaringan haruslah memiliki beberapa komponen yang membangun Internet, yakni protokol Internet (Protokol TCP/IP, alamat IP, dan protokol lainnya), klien dan juga server. Protokol HTTP dan beberapa protokol Internet lainnya (FTPPOP3, atau SMTP) umumnya merupakan komponen protokol yang sering digunakan.
Umumnya, sebuah intranet dapat dipahami sebagai sebuah "versi pribadi dari jaringan Internet", atau sebagai sebuah versi dari Internet yang dimiliki oleh sebuah organisasi.

Penggunaan

Intranet mulai diperkenalkan pada tahun 1995 oleh beberapa penjual produk jaringan yang mengacu kepada kebutuhan informasi dalam bentuk web di dalam perusahaan. Intranet merupakan jaringan komputer dalam perusahaan yang menggunakan komunikasi data standar seperti dalam internet. Artinya, semua fasilitas intranet dapat digunakan untuk kebutuhan dalam suatu organisasi atau komunitas. Saat ini perangkat elektronik pintar sudah merambah di seluruh aspek kehidupan contohnya di kantor, sekolah, rumah. Beberapa sekolah sudah menerapkan teknologi intranet. Seluruh komputer terhubung dengan satu jaringan lokal. Intranet sebagai pendatang baru mengandalkan biaya yang murah, fleksibilitas, open standard, dan banyaknya vendor yang bergabung dalam menigkatkan kemampuan intranet serta jaminan perkembangan teknologi yang makin meningkat kemampuannya.[1]
Intranet digunakan untuk membantu alat dan aplikasi, misalnya kolaborasi dalam kerja sama (untuk memfasilitasi bekerja dalam kelompok dan telekonferensi) atau direktori perusahaan yang sudah canggih, penjualan dan alat manajemen hubungan dengan pelanggan, manajemen proyek dll, untuk memajukan produktivitas.
Intranet juga digunakan sebagai budaya perusahaan perubahan platform. Sebagai contoh, sejumlah besar karyawan membahas isu-isu kunci dalam aplikasi forum intranet dapat menyebabkan ide-ide baru dalam manajemen, produktivitas, kualitas, dan isu-isu perusahaan lainnya.
Dalam intranet yang besar, lalu lintas situs web seringkali sama dengan lalu lintas situs Web publik dan dapat dipahami dengan lebih baik dengan menggunakan software web metrik untuk melacak aktivitas secara keseluruhan. Survei pengguna juga meningkatkan efektivitas situs intranet. Bisnis yang lebih besar memungkinkan pengguna dalam intranet mereka untuk mengakses internet publik melalui server firewall. Mereka memiliki kemampuan menangani pesan yang datang dan pergi serta menjaga keamanan yang utuh.
Ketika bagian dari intranet diakses oleh pelanggan dan lainnya di luar bisnis, menjadi bagian dari sebuah extranet. Bisnis dapat mengirim pesan pribadi melalui jaringan publik, menggunakan enkripsi khusus / dekripsi dan perlindungan keamanan lainnya untuk menghubungkan satu bagian dari intranet mereka yang lain.
Pengguna intranet yang berpengalaman, editorial, dan tim teknologi bekerja sama untuk menghasilkan website. Paling umum, intranet dikelola oleh departemen komunikasi, HR atau CIO organisasi besar, atau kombinasinya.